
Lombok, NTB, 11 Agustus 2025 — Dibukanya kembali pendakian Gunung Rinjani sejak 11 Agustus 2025 tidak hanya disambut gembira para pendaki, tetapi juga menjadi berkah ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat. Sejak pengumuman pembukaan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), sektor pariwisata dan perdagangan lokal mencatat lonjakan permintaan yang signifikan.
Sektor yang Langsung Terangkat
- Jasa Porter dan Pemandu
Porter lokal kembali kebanjiran pesanan, bahkan beberapa sudah menerima pemesanan hingga akhir bulan. Pemandu bersertifikat menjadi pilihan utama wisatawan karena memberikan keamanan dan kenyamanan selama pendakian. - Penginapan dan Homestay
Hotel dan homestay di Desa Sembalun dan Senaru melaporkan tingkat hunian hampir 100% sejak tiga hari sebelum pembukaan. - Sewa Peralatan Outdoor
Permintaan tenda, sleeping bag, jaket tebal, dan sepatu gunung meningkat tajam, membuat beberapa penyedia jasa penyewaan menambah stok peralatan. - UMKM Kuliner dan Suvenir
Warung makan, penjual kopi, hingga pembuat kerajinan tangan khas Lombok mengalami lonjakan omzet. Produk seperti gelang tenun, kaos Rinjani, dan topi rajut menjadi oleh-oleh favorit pendaki.
Strategi Pengelolaan oleh BTNGR
Untuk mengantisipasi overkapasitas dan kerusakan lingkungan, BTNGR menerapkan:
- Kuota pendaki harian per jalur resmi.
- Sistem booking online untuk registrasi.
- Edukasi pendaki terkait prinsip “Leave No Trace” (tidak meninggalkan sampah di jalur pendakian).
“Pembukaan kembali Rinjani ini kami kelola dengan prinsip keberlanjutan. Pariwisata boleh berkembang, tapi ekosistem tetap harus dijaga,” kata Kepala BTNGR.
Testimoni Pelaku Usaha
Husni, pemilik homestay di Sembalun, mengaku omzetnya naik tiga kali lipat dalam semalam.
“Begitu diumumkan buka, telepon langsung ramai. Kami sampai menolak tamu karena penuh,” ujarnya.
Dampak Jangka Panjang
Pembukaan kembali Rinjani diharapkan:
- Mendorong perputaran ekonomi di desa-desa sekitar jalur pendakian.
- Menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, khususnya pecinta ekowisata.
- Memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata petualangan terbaik di Indonesia.