
Jelang perayaan HUT RI ke-80, sebuah video viral di media sosial menampilkan sepatu anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Luwu Timur yang disebut rusak setelah sekali pakai. Video tersebut langsung memicu perdebatan luas, dengan banyak warganet mempertanyakan kualitas perlengkapan yang disediakan pemerintah daerah.
Namun, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh sepatu anggota Paskibra dalam kondisi baik dan tidak ada yang rusak selama latihan 1–16 Agustus. “Informasi yang beredar tidak benar. Semua anggota Paskibra berlatih dengan lancar dan tanpa kendala,” ujarnya dalam konferensi pers.
Meski sudah ada klarifikasi, isu ini tetap menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna menilai persoalan kecil bisa dengan cepat membesar bila tidak segera ditangani. Pemerintah daerah kini tengah menelusuri sumber unggahan viral tersebut untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan menyebarkan kabar bohong.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa manajemen informasi di era digital harus cepat dan transparan. Keterlambatan klarifikasi bisa berdampak pada reputasi institusi sekaligus memicu ketidakpercayaan publik.
Pada akhirnya, upacara HUT RI ke-80 di Luwu Timur berjalan lancar tanpa ada insiden berarti. Namun, kisah sepatu paskibra yang sempat viral akan tetap menjadi catatan unik menjelang perayaan kemerdekaan tahun ini.