Jakarta, 28 Mei 2026 – Krisis kemanusiaan dan situasi konflik berkepanjangan di Gaza menyebabkan harga hewan kurban mengalami lonjakan ekstrem menjelang Idul Adha 2026. Harga seekor kambing kurban di wilayah tersebut dilaporkan bisa mencapai sekitar Rp106 juta per ekor, angka yang jauh di atas harga normal sebelum konflik berlangsung. Kenaikan drastis tersebut dipicu oleh terbatasnya pasokan hewan ternak, rusaknya jalur distribusi, serta memburuknya kondisi ekonomi masyarakat akibat konflik yang belum mereda. Situasi ini membuat banyak warga Gaza kesulitan menjalankan tradisi kurban seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi pasar hewan kurban pun berubah drastis dengan jumlah pembeli yang jauh menurun dibanding masa normal.
Pedagang hewan di Gaza menyebut pasokan kambing dan sapi semakin sulit diperoleh karena banyak peternakan terdampak perang dan akses pengiriman hewan dari luar wilayah terhambat ketat. Selain itu, biaya pakan ternak dan distribusi melonjak tajam akibat kondisi keamanan yang tidak stabil. Banyak hewan ternak yang tersisa akhirnya dijual dengan harga sangat tinggi karena jumlahnya terbatas sementara permintaan tetap ada menjelang Idul Adha. Bagi sebagian besar warga Gaza yang saat ini menghadapi krisis pangan dan ekonomi, harga tersebut praktis tidak terjangkau. Banyak keluarga akhirnya hanya bisa berharap pada bantuan lembaga kemanusiaan untuk mendapatkan daging kurban tahun ini.
Kondisi ekonomi di Gaza sendiri semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir akibat konflik berkepanjangan yang menghancurkan infrastruktur dan aktivitas perdagangan. Banyak warga kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan sehingga kebutuhan pokok sehari-hari pun sulit dipenuhi. Dalam situasi seperti ini, tradisi Idul Adha yang biasanya menjadi momen kebersamaan dan berbagi berubah menjadi periode penuh kesedihan bagi banyak keluarga. Pasar hewan yang dulu ramai menjelang hari raya kini terlihat jauh lebih sepi dengan aktivitas jual beli yang menurun drastis. Sejumlah pedagang bahkan mengaku kesulitan menjual hewan karena daya beli masyarakat hampir tidak ada.
Lembaga bantuan internasional dan organisasi kemanusiaan mulai meningkatkan distribusi bantuan pangan dan program kurban untuk membantu warga Gaza menghadapi Idul Adha tahun ini. Sejumlah organisasi mencoba menyalurkan daging kurban dan makanan siap konsumsi kepada keluarga-keluarga yang terdampak konflik. Namun tantangan distribusi di lapangan tetap sangat besar karena kondisi keamanan yang belum stabil dan keterbatasan akses ke beberapa wilayah. Banyak relawan menyebut kebutuhan bantuan di Gaza saat ini jauh lebih tinggi dibanding kapasitas yang tersedia. Situasi tersebut membuat perhatian dunia internasional kembali tertuju pada kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut menjelang hari raya keagamaan umat Islam.
Lonjakan harga kambing kurban hingga ratusan juta rupiah per ekor menjadi gambaran nyata betapa berat kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Gaza saat ini. Bagi banyak warga, Idul Adha tahun ini bukan lagi tentang perayaan besar, melainkan perjuangan memenuhi kebutuhan hidup dasar di tengah konflik yang terus berlangsung. Meski begitu, semangat solidaritas dan saling membantu di antara masyarakat masih tetap terlihat dalam berbagai bentuk sederhana. Banyak warga memilih berbagi makanan seadanya dengan tetangga dan keluarga sebagai bentuk kebersamaan di tengah keterbatasan. Situasi ini kembali mengingatkan dunia bahwa dampak perang tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, dan tradisi masyarakat secara mendalam.





