Jakarta, 15 September 2026 – Kementerian Sosial tengah menelusuri sekitar 1.900 pegawai yang terindikasi melakukan transaksi judi online berdasarkan data yang diterima dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan seluruh data tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan tingkat keterlibatan masing-masing pegawai. Pemeriksaan dilakukan terhadap pegawai di lingkungan Kemensos baik di tingkat pusat maupun daerah. Dari proses klarifikasi awal, lebih dari 70 persen pegawai yang telah diperiksa disebut mengakui pernah terlibat dalam aktivitas judi online. Tingkat keterlibatannya beragam, mulai dari sekadar mencoba hingga terdapat pegawai yang disebut telah mengalami kecanduan selama bertahun-tahun. Kemensos menargetkan proses verifikasi dan audit terhadap seluruh pegawai yang terindikasi dapat diselesaikan pada akhir September 2026.
Data yang diterima Kemensos menunjukkan 1.900 pegawai tersebut berasal dari beberapa kategori kepegawaian. Sebanyak 1.816 orang tercatat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, kemudian 42 orang merupakan PPPK paruh waktu, dan 42 lainnya berstatus Pegawai Negeri Sipil. Jumlah terbesar disebut berasal dari satuan kerja Direktorat Perlindungan Sosial Non-Kebencanaan. Komposisi tersebut membuat proses pemeriksaan membutuhkan pemetaan berdasarkan status kepegawaian dan lokasi penugasan masing-masing. Setiap orang akan dimintai klarifikasi untuk mengetahui apakah transaksi memang dilakukan sendiri atau terdapat kondisi lain yang perlu diverifikasi. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar untuk menentukan tindakan administratif yang dapat diberikan.
Inspektorat Jenderal Kemensos mengerahkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap temuan tersebut. Tim tidak hanya memeriksa apakah pegawai pernah melakukan transaksi judi online, tetapi juga menelusuri sumber dana yang digunakan. Pemeriksaan ini menjadi penting setelah muncul indikasi bahwa terdapat pegawai yang kemungkinan menggunakan uang kedinasan untuk membiayai aktivitas tersebut. Apabila dugaan penggunaan uang negara terbukti, pelanggaran yang terjadi dinilai jauh lebih berat dibandingkan persoalan disiplin individu. Aliran dana perlu diperiksa melalui dokumen dan transaksi keuangan untuk memastikan sumber uang secara objektif. Kemensos menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila ditemukan penyalahgunaan anggaran kementerian.
Nilai transaksi yang terdeteksi juga menjadi perhatian dalam proses pemeriksaan. Data yang sedang didalami menunjukkan nilai transaksi berbeda-beda pada setiap pegawai, dengan rata-rata sekitar Rp4 juta dan akumulasi tertentu dilaporkan dapat melampaui Rp2 miliar. Besarnya transaksi tidak otomatis menunjukkan seluruh dana tersebut berasal dari anggaran pemerintah sehingga penelusuran tetap harus dilakukan secara individual. Tim pemeriksa perlu membedakan uang pribadi, transaksi yang dilakukan pihak lain, dan kemungkinan penggunaan dana kedinasan. Bukti transaksi menjadi dasar penting sebelum Kemensos menentukan bentuk pelanggaran. Pendekatan tersebut diperlukan agar penindakan dilakukan berdasarkan fakta dan tidak hanya berdasarkan indikasi awal dari analisis transaksi.
Kemensos juga menemukan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal yang mengakui keterlibatannya dalam judi online. Sedikitnya tiga pegawai inspektorat disebut telah memberikan pengakuan dalam proses klarifikasi. Gus Ipul menilai mereka tidak layak tetap berada pada posisi yang memiliki fungsi pengawasan apabila terbukti melakukan pelanggaran tersebut. Keberadaan pegawai pengawasan dalam daftar yang terindikasi menjadi perhatian karena inspektorat memiliki tanggung jawab menjaga kepatuhan dan integritas internal kementerian. Kemensos karena itu melakukan evaluasi terhadap penempatan pegawai yang bersangkutan. Langkah selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta tingkat pelanggaran masing-masing.
Sanksi yang disiapkan tidak diterapkan secara sama kepada seluruh pegawai karena tingkat kesalahannya dapat berbeda. Kemensos membuka kemungkinan pemberian surat peringatan, penundaan tunjangan kinerja, penurunan pangkat, hingga pemberhentian. Jenis hukuman akan ditentukan berdasarkan status pegawai, tingkat keterlibatan, frekuensi aktivitas, serta temuan lain selama pemeriksaan. Apabila ditemukan penyalahgunaan uang kementerian untuk berjudi, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Pemberhentian secara tidak hormat menjadi salah satu konsekuensi yang dapat diterapkan apabila unsur pelanggaran berat terbukti. Proses penjatuhan sanksi tetap harus mengikuti mekanisme kepegawaian dan ketentuan yang berlaku.
Kemensos menilai persoalan judi online di kalangan pegawai tidak dapat dipandang hanya sebagai masalah pribadi ketika telah berhubungan dengan pelaksanaan tugas pemerintahan. Aktivitas tersebut dapat memengaruhi kondisi finansial, disiplin, produktivitas, dan integritas pegawai. Risiko menjadi lebih besar ketika seseorang yang mengalami masalah keuangan memiliki akses terhadap anggaran atau kewenangan tertentu. Karena itu, pengawasan internal perlu diperkuat untuk mendeteksi transaksi maupun perilaku yang dapat mengarah pada pelanggaran. Atasan langsung juga memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap pegawai di lingkungan kerjanya. Pencegahan dibutuhkan agar persoalan tidak berkembang menjadi penyalahgunaan kewenangan atau keuangan negara.
Selain penindakan, pembinaan terhadap pegawai menjadi bagian yang perlu dilakukan karena sebagian dari mereka disebut telah terlibat dalam judi online selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan dapat berkembang dari aktivitas coba-coba menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Pegawai yang masih dapat dibina membutuhkan mekanisme pendampingan agar tidak kembali melakukan aktivitas serupa. Namun, pendekatan pembinaan tidak menghapus konsekuensi administratif apabila ditemukan pelanggaran disiplin. Kemensos harus memisahkan kebutuhan pemulihan individu dengan tanggung jawab pegawai terhadap aturan institusi. Kombinasi pengawasan, penindakan, dan pembinaan diharapkan dapat menekan risiko terulangnya kasus serupa.
Temuan terhadap pegawai Kemensos juga berjalan bersamaan dengan pemeriksaan data penerima bantuan sosial yang terindikasi melakukan transaksi judi online. Lebih dari 1,4 juta penerima bansos sebelumnya masuk dalam data yang perlu diverifikasi karena terdapat indikasi transaksi terkait judi daring. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas dilakukan langsung oleh penerima manfaat atau anggota keluarga yang menggunakan rekening maupun identitas terkait. Pendekatan verifikasi diperlukan karena data transaksi tidak selalu dapat langsung menjelaskan siapa individu yang melakukan aktivitas tersebut. Kemensos memberikan ruang klarifikasi sebelum menentukan tindak lanjut terhadap status penerima bantuan. Prinsip yang sama diterapkan terhadap pegawai agar keputusan dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan.
Penelusuran terhadap 1.900 pegawai Kemensos yang terindikasi judi online kini ditargetkan selesai pada akhir September 2026. Hasil audit akan menentukan berapa banyak pegawai yang benar-benar terbukti terlibat, tingkat pelanggaran masing-masing, serta apakah terdapat penggunaan uang kedinasan dalam aktivitas tersebut. Temuan bahwa lebih dari 70 persen pegawai yang telah diklarifikasi mengakui keterlibatan menunjukkan persoalan membutuhkan penanganan internal secara serius. Kemensos telah menyiapkan rentang sanksi dari peringatan hingga pemberhentian berdasarkan tingkat kesalahan. Pemeriksaan terhadap sumber dana menjadi bagian paling penting karena penggunaan anggaran pemerintah akan membawa konsekuensi yang lebih berat. Hasil akhir verifikasi nantinya diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat disiplin, pengawasan, dan integritas pegawai di lingkungan Kementerian Sosial.






