Jakarta, 7 Mei 2026 – Seorang komandan senior kelompok Hizbullah dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon. Serangan tersebut kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir berada dalam situasi tidak stabil.
Menurut laporan media internasional, serangan udara menghantam wilayah Dahiyeh, kawasan yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah di Beirut selatan. Militer Israel menyebut target operasi tersebut adalah seorang komandan dari pasukan elite Radwan Force milik Hizbullah.
Sumber keamanan Lebanon menyatakan serangan tersebut menjadi salah satu serangan paling signifikan di Beirut sejak gencatan senjata sebelumnya diumumkan. Ledakan dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi dan memicu kepanikan warga setempat.
Pemerintah Israel menyatakan operasi dilakukan sebagai bagian dari langkah keamanan terhadap kelompok yang dianggap mengancam wilayah Israel utara. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat pertahanan Israel menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengambil tindakan terhadap target yang dinilai berbahaya bagi keamanan nasional.
Sementara itu, Hizbullah belum memberikan rincian lengkap terkait identitas komandan yang tewas, namun kelompok tersebut disebut sedang mempersiapkan respons terhadap serangan terbaru Israel. Ketegangan antara kedua pihak dikhawatirkan dapat memicu eskalasi konflik lebih luas di Lebanon selatan dan wilayah perbatasan Israel.
Pengamat hubungan internasional menilai serangan di Beirut berpotensi mengganggu upaya diplomasi yang sedang dilakukan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas kawasan. Situasi semakin sensitif karena konflik regional juga berkaitan dengan ketegangan Iran, Israel, dan kelompok-kelompok bersenjata sekutu di Timur Tengah.
Warga sipil di Beirut selatan dilaporkan mulai meningkatkan kewaspadaan setelah serangan terjadi. Beberapa wilayah sempat dipadati kendaraan warga yang mencoba meninggalkan area yang dianggap rawan menjadi target serangan lanjutan.
Komunitas internasional kembali menyerukan penahanan diri dari semua pihak guna mencegah konflik semakin meluas dan menimbulkan korban sipil lebih besar di kawasan Timur Tengah.






