Jakarta, 7 Mei 2026 – Sebuah kapal dhow milik Uni Emirat Arab dilaporkan dibajak oleh kelompok perompak di perairan dekat Somalia. Insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Tanduk Afrika yang selama ini dikenal rawan aksi pembajakan laut.
Menurut laporan otoritas maritim internasional, kapal tradisional itu sempat digunakan para perompak sebagai “kapal induk” untuk mendukung operasi mereka di laut lepas. Dengan memanfaatkan kapal berukuran lebih besar, kelompok bersenjata dapat memperluas jangkauan serangan terhadap kapal dagang yang melintas di jalur strategis internasional.
Pembajakan disebut terjadi ketika kapal sedang berlayar di kawasan yang selama beberapa tahun terakhir masih menjadi titik rawan aktivitas kriminal laut. Setelah dikuasai, kapal diduga digunakan untuk membawa perlengkapan, bahan bakar, serta mendukung mobilitas kelompok perompak di perairan sekitar.
Pasukan keamanan maritim internasional bersama otoritas regional langsung meningkatkan patroli setelah menerima laporan kejadian. Sejumlah kapal perang yang beroperasi di kawasan Teluk Aden dan Samudra Hindia disebut ikut memantau pergerakan kapal yang dibajak tersebut.
Aksi pembajakan di Somalia sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir berkat operasi keamanan internasional. Namun, insiden terbaru menunjukkan ancaman perompakan masih belum sepenuhnya hilang, terutama di wilayah yang memiliki pengawasan terbatas.
Pengamat keamanan maritim menilai kapal dhow kerap menjadi target karena memiliki ukuran yang relatif besar namun pengamanan minim. Selain itu, kapal jenis tersebut juga dapat dimanfaatkan perompak untuk menyamarkan aktivitas mereka di jalur perdagangan internasional.
Insiden pembajakan ini turut memicu kekhawatiran terhadap keamanan distribusi barang dan energi global, mengingat kawasan sekitar Somalia merupakan salah satu jalur penting perdagangan dunia. Gangguan terhadap pelayaran di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas logistik internasional.
Pemerintah Uni Emirat Arab bersama otoritas internasional dikabarkan terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan awak kapal serta memulihkan keamanan di jalur pelayaran terkait. Hingga kini, penyelidikan terhadap kelompok pelaku masih terus berlangsung.
Komunitas internasional kembali menyerukan penguatan kerja sama keamanan laut guna mencegah meningkatnya kembali aksi perompakan di kawasan Afrika Timur dan sekitarnya.






