Bojonegoro, 27 Agustus 2026 – Peristiwa tragis terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Seorang anak diduga menganiaya kedua orangtuanya sendiri hingga menyebabkan sang ibu meninggal dunia, sementara ayahnya mengalami luka pada bagian kepala. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Terduga pelaku diketahui berinisial MF, berusia sekitar 30 tahun dan merupakan warga Desa Bungur. Korban perempuan yang merupakan ibu kandungnya berinisial Supatmi, sedangkan ayahnya berinisial Mahbop. Ketiganya diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di lingkungan yang sama. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi sementara, kejadian bermula ketika korban berada di dalam rumah dalam kondisi sakit. Sang ibu diduga mengalami serangan menggunakan benda keras berupa paving atau batu yang mengenai bagian kepala. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka parah dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Ayah korban yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berusaha memberikan pertolongan kepada istrinya. Namun, upaya tersebut justru membuat sang ayah ikut menjadi sasaran penganiayaan. Ia mengalami luka pada bagian kepala dan langsung mendapatkan penanganan medis setelah kejadian. Polisi menyebut terdapat dua korban dalam peristiwa tersebut, yakni satu meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Warga sekitar yang mendengar keributan kemudian mendatangi lokasi. Terduga pelaku berhasil diamankan warga sebelum diserahkan kepada petugas kepolisian. Personel Polsek Kanor selanjutnya mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan dan melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
Petugas Satreskrim Polres Bojonegoro juga melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penganiayaan diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Rumah korban dipasangi garis polisi sementara petugas meminta keterangan dari sejumlah saksi guna menyusun kronologi secara lebih lengkap.
Informasi mengenai kondisi kejiwaan terduga pelaku turut menjadi perhatian penyidik. Sejumlah informasi dari masyarakat menyebut pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Namun, pihak kepolisian belum menyimpulkan kondisi tersebut dan masih melakukan pemeriksaan medis serta pendalaman untuk memastikan keadaan sebenarnya.
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana menegaskan penyidik masih mendalami kronologi, motif, serta kondisi kejiwaan terduga pelaku. Polisi belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun motif penganiayaan sebelum seluruh pemeriksaan dan pengumpulan bukti selesai dilakukan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk menjalani proses pemulasaran. Sementara itu, sang ayah masih mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya. Polisi juga terus memastikan kondisi korban yang selamat agar keterangannya dapat digunakan dalam proses penyelidikan apabila kondisi memungkinkan.
Kasus tersebut menjadi perhatian warga Desa Bungur karena melibatkan satu keluarga dan terjadi di lingkungan tempat tinggal korban. Masyarakat sekitar turut membantu mengamankan situasi hingga petugas kepolisian tiba di lokasi. Penanganan perkara selanjutnya akan dilakukan oleh Polres Bojonegoro.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh. Dugaan mengenai gangguan kejiwaan pelaku juga masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut dan tidak dapat dijadikan kesimpulan sebelum ada hasil resmi.
Peristiwa penganiayaan terhadap kedua orangtua tersebut kini sepenuhnya dalam penanganan aparat. Polisi diharapkan dapat segera mengungkap kronologi dan motif kejadian berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan. Sementara itu, keluarga korban harus menghadapi duka setelah sang ibu meninggal dunia dan sang ayah mengalami luka akibat kejadian tersebut.





