Jakarta, 20 September 2026 – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1448 Hijriah jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Penetapan tersebut menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan tahun depan. Keputusan awal Ramadan ditetapkan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah. Dengan penetapan tersebut, umat Islam yang mengikuti keputusan Muhammadiyah akan mulai menjalankan salat Tarawih pada Minggu malam, 7 Februari 2027. Puasa hari pertama kemudian dilaksanakan mulai Senin pagi.
Penetapan awal Ramadan melalui KHGT merupakan bagian dari penerapan sistem kalender Islam yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan waktu ibadah. Kalender tersebut disusun berdasarkan perhitungan astronomis dengan prinsip kesatuan kalender Hijriah secara global. Melalui pendekatan ini, tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam dapat diketahui lebih awal sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan berbagai persiapan. Penentuan tidak hanya berkaitan dengan Ramadan, tetapi juga bulan-bulan Hijriah lainnya. Muhammadiyah terus mendorong penggunaan kalender yang memiliki kepastian dan dapat diterapkan secara konsisten.
Dengan Ramadan dimulai pada 8 Februari 2027, masyarakat dapat mempersiapkan berbagai kegiatan keagamaan jauh sebelum memasuki bulan suci. Masjid dan lembaga pendidikan Muhammadiyah memiliki kesempatan menyusun agenda Tarawih, kajian Ramadan, kegiatan sosial hingga program pengumpulan dan penyaluran zakat. Keluarga juga dapat menyesuaikan berbagai aktivitas sehari-hari dengan jadwal ibadah selama Ramadan. Kepastian tanggal lebih awal dinilai membantu perencanaan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal serupa berlaku bagi sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan lembaga amal yang menyelenggarakan program khusus Ramadan.
Penetapan Muhammadiyah tidak selalu harus sama dengan keputusan pemerintah mengenai awal Ramadan. Pemerintah Indonesia pada umumnya menetapkan awal bulan Ramadan melalui sidang isbat yang dilaksanakan menjelang berakhirnya bulan Syakban. Proses tersebut mempertimbangkan data astronomis serta hasil pemantauan hilal dari berbagai wilayah Indonesia. Karena metode dan mekanisme yang digunakan dapat berbeda, kemungkinan munculnya perbedaan tanggal awal puasa tetap terbuka. Masyarakat selama ini telah terbiasa menghadapi kemungkinan tersebut dengan tetap menjaga toleransi dalam menjalankan ibadah.
Ramadan 1448 H yang berlangsung pada awal Februari juga membuat umat Islam perlu mempersiapkan kondisi fisik dan rutinitas harian sebelum menjalankan puasa selama sekitar satu bulan. Selain menahan makan dan minum sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, kepedulian sosial, serta kegiatan keagamaan lainnya. Berbagai organisasi biasanya mulai mempersiapkan agenda Ramadan beberapa bulan sebelumnya. Penetapan kalender lebih awal memungkinkan kegiatan tersebut disusun dengan jadwal yang lebih terencana. Masyarakat juga dapat memperkirakan kebutuhan perjalanan maupun aktivitas keluarga selama periode Ramadan.
Muhammadiyah selama beberapa tahun terakhir terus memperkuat penerapan KHGT sebagai bagian dari upaya menghadirkan kalender Islam yang terintegrasi. Konsep tersebut diarahkan agar umat Islam memiliki acuan kalender yang dapat digunakan secara global dan tidak terbatas pada wilayah tertentu. Perhitungan astronomis memungkinkan posisi benda langit diketahui jauh sebelumnya sehingga tanggal Hijriah dapat disusun untuk jangka panjang. Meski demikian, penerapan kalender Hijriah global masih menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas di kalangan umat Islam. Perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan tetap dihormati sebagai bagian dari praktik keagamaan yang berkembang.
Dengan keputusan tersebut, hitung mundur menuju Ramadan 1448 H bagi warga Muhammadiyah telah memiliki tanggal yang jelas. Malam pertama Ramadan akan dimulai setelah matahari terbenam pada 7 Februari 2027, sebelum pelaksanaan puasa pertama pada 8 Februari. Sementara itu, masyarakat yang mengikuti keputusan pemerintah masih perlu menunggu penetapan resmi melalui sidang isbat menjelang Ramadan. Terlepas dari kemungkinan adanya perbedaan awal puasa, persiapan menuju bulan suci dapat dilakukan sejak jauh hari. Ramadan 2027 diharapkan kembali menjadi momentum memperkuat ibadah, solidaritas sosial, dan kebersamaan masyarakat.





