Badung, 16 September 2026 – Kepolisian memastikan tetap akan menggelar perkara terkait kematian seorang warga negara Australia berinisial SDJ bersama dua anaknya yang ditemukan meninggal di sebuah bungalow di kawasan Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Langkah tersebut tetap dilakukan meskipun keluarga tidak memberikan persetujuan untuk pelaksanaan autopsi terhadap ketiga jenazah. Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga SDJ melakukan kekerasan yang menyebabkan kedua anaknya meninggal sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Dugaan tersebut diperoleh setelah penyidik memeriksa lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta menganalisis rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian. Gelar perkara diperlukan untuk menilai keseluruhan hasil penyelidikan dan menentukan penyelesaian administratif maupun hukum atas kasus tersebut. Kepolisian menegaskan proses itu tetap harus dilakukan meskipun orang yang diduga sebagai pelaku juga ditemukan meninggal dunia.

Ketiga korban terdiri atas SDJ yang berusia 56 tahun serta dua anaknya, ADS berusia enam tahun dan LKS berusia empat tahun. Mereka ditemukan meninggal di bungalow yang ditempati keluarga tersebut di kawasan Legian pada Minggu, 13 September 2026. Penemuan bermula setelah istri SDJ yang sedang berada di Jakarta mengalami kesulitan menghubungi suami dan kedua anaknya. Kekhawatiran kemudian membuatnya meminta bantuan orang di sekitar tempat tinggal keluarga untuk melakukan pemeriksaan. Setelah akses ke dalam bungalow berhasil dibuka, ketiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Polisi selanjutnya mendatangi lokasi dan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum ketiganya ditemukan.

Rekaman kamera pengawas menjadi salah satu bukti penting yang digunakan penyidik untuk merekonstruksi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan awal, rekaman memperlihatkan situasi yang mengarah pada dugaan terjadinya kekerasan terhadap kedua anak sebelum SDJ ditemukan meninggal. Polisi juga menemukan bagian rekaman yang menunjukkan salah seorang anak berusaha menjauh sebelum kemudian dikejar. Pada tahap berikutnya, posisi kamera pengawas diketahui berubah sehingga tidak seluruh aktivitas di lokasi dapat terekam. Temuan tersebut kemudian dibandingkan dengan kondisi tempat kejadian serta keterangan saksi yang telah diperiksa. Penyidik menggunakan rangkaian informasi itu untuk membangun kronologi berdasarkan bukti yang tersedia tanpa hanya mengandalkan satu petunjuk.

Pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi fisik ketiga korban. Namun, keluarga memutuskan tidak memberikan izin untuk pelaksanaan autopsi sehingga pemeriksaan forensik yang dapat dilakukan menjadi terbatas. Meski demikian, polisi menilai bukti lain yang telah dikumpulkan tetap harus dianalisis dan dibahas melalui gelar perkara. Rekaman CCTV, pemeriksaan tempat kejadian, keterangan saksi, serta pemeriksaan luar terhadap jenazah menjadi bagian dari materi yang akan digunakan dalam proses tersebut. Penolakan autopsi tidak serta-merta membuat seluruh proses penyelidikan dihentikan tanpa mekanisme formal. Kepolisian tetap harus menyelesaikan administrasi perkara dan menentukan kesimpulan berdasarkan bukti yang berhasil diperoleh.

Istri SDJ juga menjadi salah satu pihak yang keterangannya dibutuhkan untuk memperjelas latar belakang keluarga dan kejadian sebelum kematian ketiga korban. Polisi sebelumnya telah meminta keterangan mengenai komunikasi terakhir dengan suami dan anak-anaknya. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan waktu kejadian dan rekaman kamera pengawas. Dalam gelar perkara yang akan dilakukan, keterangannya juga menjadi salah satu bagian yang dipertimbangkan untuk menyusun gambaran menyeluruh mengenai kasus. Pemeriksaan terhadap anggota keluarga dalam situasi seperti ini dilakukan bukan untuk membebankan tanggung jawab, melainkan memperoleh informasi mengenai kondisi sebelum kejadian. Pendekatan yang hati-hati diperlukan mengingat keluarga juga berada dalam kondisi berduka akibat kehilangan tiga anggota keluarga sekaligus.

Gelar perkara memiliki fungsi penting untuk memastikan seluruh langkah penyelidikan telah dilakukan sesuai prosedur. Penyidik akan memaparkan kronologi, hasil pemeriksaan saksi, temuan di lokasi, barang bukti, serta analisis terhadap rekaman yang tersedia. Dari proses tersebut, aparat dapat menentukan apakah konstruksi peristiwa telah cukup jelas dan bagaimana status penanganan perkara selanjutnya. Karena pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap kedua anak juga telah meninggal, kemungkinan proses pidana memiliki kondisi hukum yang berbeda dibandingkan perkara dengan tersangka yang masih hidup. Namun, kepastian mengenai peristiwa tetap diperlukan untuk menjelaskan apa yang terjadi dan menyelesaikan perkara secara administratif. Gelar perkara juga menjadi mekanisme internal untuk memastikan kesimpulan penyidik didasarkan pada keseluruhan fakta yang berhasil dikumpulkan.

Polisi belum menyampaikan waktu pasti pelaksanaan gelar perkara, tetapi memastikan kegiatan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Penyidik masih melengkapi berbagai kebutuhan sebelum seluruh temuan dibahas bersama. Tidak ditemukannya barang bukti tambahan tertentu juga menjadi bagian yang perlu diperhitungkan ketika menyusun kesimpulan. Setiap bukti yang telah diperoleh harus ditempatkan sesuai konteks agar tidak menghasilkan interpretasi yang melampaui fakta. Pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan rekaman elektronik menjadi semakin penting karena autopsi tidak dilaksanakan. Kepolisian juga perlu memastikan seluruh dokumen pemeriksaan tersusun secara lengkap sebelum keputusan mengenai status akhir perkara ditetapkan.

Ketiga jenazah telah dikembalikan kepada pihak keluarga setelah menjalani pemeriksaan yang diperlukan. Penyerahan tersebut dilakukan setelah keluarga menyampaikan keputusan terkait autopsi dan proses administrasi diselesaikan. Bagi keluarga, penanganan selanjutnya berkaitan dengan proses pemakaman atau tindakan lain sesuai keputusan mereka. Sementara itu, kepolisian tetap melanjutkan tahapan penyelidikan yang masih diperlukan tanpa harus menahan jenazah lebih lama. Pemisahan antara kebutuhan keluarga dan penyelesaian proses hukum menjadi penting agar keduanya dapat berjalan secara proporsional. Aparat tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian mengenai hasil penyelidikan berdasarkan bukti yang telah tersedia.

Kasus kematian satu keluarga tersebut mendapat perhatian karena melibatkan dua anak yang masih berusia sangat muda. Dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, penyidik harus memberikan perhatian khusus terhadap setiap bukti yang dapat menjelaskan rangkaian kejadian. Meskipun kedua korban telah meninggal, pengungkapan fakta tetap diperlukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga dan memastikan penyebab peristiwa dapat dijelaskan berdasarkan hasil penyelidikan. Informasi mengenai identitas maupun kondisi korban anak juga perlu disampaikan secara terbatas agar tidak menimbulkan dampak tambahan terhadap keluarga. Penyebaran materi sensitif dari lokasi kejadian harus dihindari karena tidak memiliki manfaat bagi kepentingan publik. Penanganan perkara tetap perlu berfokus pada fakta yang relevan dengan penyelidikan.

Kepolisian kini akan membawa seluruh hasil pemeriksaan kasus kematian SDJ dan kedua anaknya ke dalam gelar perkara untuk menentukan kesimpulan akhir. Dugaan sementara mengarah pada tindakan kekerasan terhadap kedua anak yang dilakukan SDJ sebelum pria asal Australia tersebut mengakhiri hidupnya, tetapi kesimpulan formal tetap menunggu penyelesaian seluruh tahapan pemeriksaan. Tidak dilakukannya autopsi karena keputusan keluarga menjadi salah satu keterbatasan dalam proses pengumpulan bukti medis, namun polisi masih memiliki rekaman CCTV, hasil pemeriksaan lokasi, keterangan saksi, dan temuan lainnya. Gelar perkara akan menjadi forum untuk menilai keterkaitan seluruh bukti tersebut sekaligus menentukan langkah administratif berikutnya. Karena orang yang diduga sebagai pelaku telah meninggal, penanganan perkara selanjutnya akan menyesuaikan ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian tetap menempatkan pengungkapan kronologi secara lengkap sebagai bagian penting untuk memberikan kepastian mengenai tragedi yang menewaskan seorang ayah dan dua anaknya di Legian tersebut.