Nusa Dua, 27 September 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC membangun dua groin sebagai bagian dari upaya melindungi garis pantai kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, dari risiko abrasi. Struktur pelindung pantai tersebut dibangun di sekitar pesisir Peninsula Island sebagai bagian dari program rejuvenasi kawasan. General Manager The Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika mengatakan pembangunan infrastruktur itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh. Perlindungan pantai menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata tersebut.
Groin merupakan struktur pengaman pantai yang dibangun menjorok dan tegak lurus terhadap garis pantai. Material konstruksinya antara lain menggunakan pasir dan batu untuk membantu mengendalikan pergerakan sedimen serta mengurangi dampak erosi. ITDC membangun Groin 01 dan Groin 02 di kawasan tersebut sebagai bagian dari pekerjaan infrastruktur yang sedang berlangsung. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pesisir serta kebutuhan perlindungan kawasan dalam jangka panjang.
Pembangunan groin berjalan bersamaan dengan sejumlah pekerjaan rejuvenasi lainnya di The Nusa Dua. Pekerjaan tersebut meliputi peningkatan dan pembaruan jalan kawasan, penataan akses dari Gate Amenity Core menuju Peninsula, akses menuju Waterblow, instalasi limbah dan resapan, serta jalan menuju Pulau Nusa Dharma. ITDC bersama kontraktor melakukan pengendalian pekerjaan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai target. Kualitas pelaksanaan juga menjadi perhatian karena proyek berlangsung di kawasan pariwisata yang tetap beroperasi.
Hingga pekan pertama September 2026, progres fisik keseluruhan program rejuvenasi telah mencapai 58,53 persen. Angka tersebut meningkat dari capaian sebelumnya sebesar 23,7 persen. Pada minggu ke-36 pelaksanaan proyek, Groin 02 dan fasilitas toilet pantai termasuk pekerjaan yang telah diselesaikan. ITDC terus mempercepat pekerjaan lainnya dengan tetap memperhatikan fungsi kawasan dan kenyamanan pengunjung.
Aspek lingkungan turut menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan The Nusa Dua. Destinasi seluas sekitar 350 hektare tersebut memiliki sekitar 97 hektare ruang terbuka hijau atau sekitar 27 persen dari keseluruhan kawasan. Terdapat lebih dari 5.700 pohon yang berasal dari 138 jenis vegetasi di dalam kawasan. The Nusa Dua juga menerapkan sistem pengolahan dan pemanfaatan kembali air limbah untuk kebutuhan irigasi ruang hijau.
Peninsula Island sendiri dikembangkan sebagai salah satu titik utama aktivitas di kawasan The Nusa Dua. Penataan diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi ruang terbuka bagi kegiatan wisata, rekreasi, komunitas, serta penyelenggaraan acara. Perbaikan infrastruktur diharapkan membuat kawasan tersebut semakin nyaman sekaligus mempertahankan karakter lingkungan pesisirnya. ITDC menempatkan peningkatan fasilitas dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian yang berjalan beriringan dalam proses rejuvenasi.
Pembangunan groin diharapkan dapat memperkuat perlindungan garis pantai sekaligus mengurangi kebutuhan penanganan abrasi secara berulang. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi mempertahankan kualitas aset wisata The Nusa Dua dalam jangka panjang. Bersamaan dengan penataan jalan, fasilitas publik, sistem lingkungan dan ruang terbuka, ITDC ingin menghadirkan kawasan yang lebih nyaman dan berkelanjutan. Rejuvenasi tersebut juga diharapkan semakin mendukung kegiatan wisata, pelaku usaha, penyelenggaraan acara, dan perkembangan pariwisata Bali.





